cool hit counter

PDM Kota Tarakan - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kota Tarakan
.: Home > Sejarah

Homepage

Sejarah Berdirinya Muhammadiyah Di Kota Tarakan

Tidak ada catatan resmi sejak kapan masuknya Muhammadiyah di Kota Tarakan, namun sebelum berdiri organisasi di Tarakan, sudah banyak  warga Muhammadiyah yang datang dari berbagai daerah khususnya dari Sulawesi, Kalimantan Selatan dan Jawa. Muhammadiyah Tarakan berdiri sebagai Grup (Ranting) dari Cabang Muhammadiyah Tanjung Redeb. Pada bulan Mei 1963 atas inisiatif Ustadz Amir Hamzah Dahlan (menurut Nurdin AH, beliau pernah belajar di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta), Muhammadiyah di aktifkan kembali dan dibentuk Persiapan Pimpinan Cabang Tarakan dan melepaskan diri dari Cabang Tanjung Redeb. Dalam musyawarah tersebut terpilihKetua Abdul Gani dan Sekretaris Nurdin AH., setelah Abdul Gani meninggal dunia ketua dipegang Nurdin AH. Dengan kepemimpinan Nurdin AH, Ranting Muhammadiyah Tarakan diusulkan menjadi Cabang dengan surat Bakal Tjabang Muhammadiyah di Tarakan nomor : 013/II-a/Trk/65 tertanggal 26 Maret 1965. Surat permintaan tersebut disetujui oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka ditetapkan menjadi Cabang dengan Surat Ketetapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 2147/A. Tanggal 5 Februari 1966 tertanggal 17 Syawal 1385 H. bertepatan dengan 8 Februari 1966. Kemudian Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bulungan Berau berdiri melalui Musyawarah Wilayah atas usul Nurdin AH dengan penetapan kantor administrasi berkedudukan di Tarakan. Pada waktu pertama kali berdiri terpilih sebagai Ketua Pimpinan Daerah Bulungan Berau Nurdin AH. Untuk sementara merangkap sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tarakan. Pada tanggal 21 Januari 1967 sudah berdiri Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Ekonomi Muhammadiyah menempati bekas gedung Chung Hua Chunghui. Juga didirikan BKIA Muhammadiyah yang diresmikan pada hari Sabtu, 10 Syawal 1286 Hijriyah, diadakan pengajian rutin di masjid dan keliling dari rumah ke rumah anggota Muhammadiyah yang dilaksanakan setiap Sabtu Malam Ahad.

Menurut Nurdin AH, pada awal memimpin Muhammadiyah Cabang Tarakan, berkali-kali menghadapi rintangan dan tantangan. Pada waktu pertama kali mengadakan shalat Idul Fitri di Lapangan SMP, jamaah dihalangi orang-orang NU dan juga orang-orang PKI, namun dapat diatasi dan shalat terlaksana dengan khatib Nurdin AH, imam Amir Hamzah Dahlan. Shalat tahun berikutnya masih dihalangi dan jamaah semakin banyak akhirnya dipindahkan di halaman markas TNI Angkatan Laut Jalan Yos Sudarso Tarakan, mendapat dukungan dari Angkatan Laut. Ketika mengadakan pengajian disebuah surau di Kampung Empat, dilempari batu dari luar, namun Nurdin AH minta agar jangan dibalas (meneladani Nabi Muhammad SAW ketika didakwah ke Thaif). Masih menurut Nurdin AH ketika hendak membangun Masjid Al Amin, sempat dipanggil oleh Bupati Bulungan (Asnawi Arbain) bersama Kepala Kantor Departemen Agama Bulungan waktu itu Sabranity, ditegaskan bahwa tidak boleh membangun Masjid Al Amin, dengan alasan berdekatan dengan masjid yang sudah ada. Namun Nurdin minta alasan syar'i (Al Qur'an / Al Hadist) kalau memang tidak dibolehkan, mereka berdua terdiam tidak dapat memberikan alasan yang diminta Nurdin AH, akhirnya Muhammadiyah diizinkan membangun masjid. Kini masjid Al Amin yang didirikan diatas tanah wakaf dari Bpk. Gandut, seorang pengusaha Muhammadiyah Tarakan, bangunannya cukup megah, terdiri dari dua lantai, dengan fasilitas ruang Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tarakan, kamar musafir, stasiun radio dakwah dan ruang takmir.

Selain Nurdin AH tokoh Muhammadiyah Tarakan yang pernah menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bulungan Berau adalah : 1. H. Sufyantan bin Tan Cheng Soea (Alm)
2. H. Masyuhuda, SP., SH. (Alm)

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bulungan Berau terus mengembangan organisasi dan amal usahanya. Pada periode terakhir sebelum dipecah menjadi 4 Pimpinan Daerah sudah memiliki 4 Pimpinan Cabang yakni Tanjung Redeb (Berau), Tarakan, Nunukan, Bunyu. Dalam kurun waktu 34 tahun Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tarakan telah berkembang menjadi 3 yakni : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tarakan Barat, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tarakan Tengah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tarakan Timur. Sedangkan dari sisi Pemerintahan, pemekaran daerah otonomi, maka Tarakan menjadi Kota. Pada tahun 2001 seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah se Daerah Bulungan Berau mengadakan Musyawarah Daerah Muhammadiyah yang diselenggarakan di Masjid Al Amin Tarakan, bersepakat dibentuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tarakan terpisah dari Bulungan Berau. Dalam musyawarah terpilih H. Masyhuda SP., SH sebagai Ketua pertama kali (periode 2000-2005) setelah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tarakan berdiri sendiri.

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website